Sabtu, 15 April 2017

Nama                   : Sri Wahyuni
NIM                     : P2A916027
Dosen Pengampu : Dr. Syamsurizal, M.Si.
Prodi                     : Magister Pendidikan Matematika

KOMPONEN-KOMPONEN POKOK PENILAIAN PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN PENGEMBANGAN INSTRUMENNYA

Komponen Penilaian


Indikator

Pengembangan Instrumen

Tipe Respon

1.      Kognitif
Pengetahuan (Knowing)


Siswa dapat membedakan fungsi dan bukan fungsi berdasarkan himpunan pasangan terurut yang diberikan (Recognize)

Berdasarkan Himpunan pasangan terurut dibawah ini, tentukanlah mana yang merupakan fungsi

a.     {(1,a),(2,b),(2,c),(3,d),(4,a)}
b.    {(1,a),(2,b),(3,c),(4,c),(4,d)}
c.     {(1,a),(2,b),(2,c),(3,c),(3,d)}
d.    {(1,a),(2,b),(3,c),(4,d),(5,d)}
e.      {(1,a),(1,b),(1,c),(2,d),(1,d)}














Tipe Respon berupa lembar esai yang berisi :
1.    Memilih mana yang fungsi dari keempat himpunan pasangan terurut yang diberikan
2.    Memberikan Alasan kenapa point a dikatakan fungsi atau tidak.
3.    Memberikan Alasan kenapa point b dikatakan fungsi atau tidak.
4.    Memberikan Alasan kenapa point c dikatakan fungsi atau tidak.
5.    Memberikan Alasan kenapa point d dikatakan fungsi atau tidak.
6.    Memberikan Alasan kenapa point e dikatakan fungsi atau tidak.

     2.      Kognitif
     Reasoning


Siswa dapat menganalisis penggunaan fungsi komposisi dan fungsi invers dalam soal

Fungsi 𝑓:R→R ditentukan oleh ƒ(𝒙)=2𝒙²
a.       Gambarlah grafik fungsi f
b.      Mengapa f tidak mempunyai invers?
c.       Tentukan daerah asal untuk f sedemikian sehingga f mempunyai fungsi invers
d.      Cari rumus untuk f invers dan gambar grafiknya.

Tipe Respon berupa lembar esai yang harus dijawab siswa.

a.       Dapatkan kamu menggambar grafik fungsi diatas? Jika ya, gambarkan dibawah ini. Jika tidak tinggalkan.
b.      Dapatkan kamu mengemukakan alasan mengapa fungsi diatas tidak mempunyai invers. Jika ya tuliskan, jika tidak maka tinggalkan.
c.       Dapatkan kamu menentukan daerah asal untuk f sehingga f mempunyai invers.  Jika ya tuliskan fungsinya dibawah ini, jika tidak maka tinggalkan.
d.      Dapatkan kamu menentukan  dari point c. Jika ya tuliskan, jika tidak maka tinggalkan. Kemudian
Dapatkan kamu menggambarkan f invers dari point c. Jika ya gambarkan, jika tidak maka tinggalkan.



     3.      Afektif
     Responding


Siswa merespon umpan yang diberikan oleh guru

Berupa lembar           penilaian afektif:

a.       Saya bertanya kepada guru apa yang tidak saya pahami
b.      Saya menjawab apa yang ditanyakan oleh guru
c.       Saya mencatat hal-hal yang kurang saya pahami
d.      Saya memanfaatkan kesempatan bertanya yang diberikan oleh guru
e.       Saya mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru

     1.      Selalu
     2.      Sering
     3.      Kadang-kadang
     4.      Tidak pernah
  
Ket :
1.      Selalu = dalam setiap pembelajaran dilakukan
2.      Sering = dalam pembelajaran lebih banyak dilakukan
3.      Kadang-kadang = dalam pembelajaran jarang dilakukan.
4.      Tidak pernah = dalam pembelajaran tidak pernah dilakukan

Jumat, 07 April 2017

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
    Salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukan melalui sistem penilaian, Sistem penilaian ini sangat berguna bagi kualitas hasil lulusan. Dari itu maka seorang pendidik harus mengetahui kriteria dan jenis-jenis penilian yang akan digunakan.
          Penilaian terhadap proses belajar dan mengajar sering diabaikan, setidak-tidaknya kurang mendapat perhatian dibandingkan dengan penilaian hasil belajar. Pendidikan tidak berorientasi kepada hasil semata, tetapi juga kepada proses. Oleh sebab itu penilaian
terhadap hasil belajar hasil dan proses belajar harus dilaksanakan secara
seimbang dan, kalau dapat, dilaksanakan secara simultan. Penilaian terhadap hasil belajar semata-mata , tanpa melalui proses, cenderung melihat faktor siswa sebagai kambing hitam kegagalan pendidikan. Padahal tidak mustahil kegagalan siswa tersebut disebabkan oleh lemahnya proses belajar mengajar dimana guru merupakan penanggung jawabnya. Dilain pihak, pendidikan dan pengajaran dikatakan berhasil apabila perubahan-perubahan yang tampak pada siswa harus merupakan akibat dari proses belajar mengajar yang dialaminya. Setidak-tidaknya, apa yag dicapai oleh siswa merupakan akibat dari proses yang ditempuhnya melalui program dan kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh guru dalam proses mengajarnya.

1.2  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari latar belakang yang diuraikan diatas adalah :
1.    Apa saja komponen penilaian proses dan hasil pembelajaran?
2.    Bagaimana membuat tujuan pengajaran atau instruksional dalam perencanaan pembelajaran

1.3  Tujuan Penulisan
1.    Mengetahui komponen penilaian proses dan hasil pembelajaran?
2      Mengarhui bagaimana membuat tujuan pengajaran atau instruksional dalam perencanaan pembelajaran

BAB II
ISI
2.1  Penilaian Proses
          Penilaian proses dilakukan melalui ulangan harian dengan teknik tes tulis, tes lisan dan penugasan yang diberikan selama proses pembelajaran berlangsung. Tes tertulis dapat berbentuk pilihan ganda, benar salah, menjodohkan, uraian, jawaban singkat.  Penilaian mencakup :
1.        Penilaian Proses
a.    Perencanaan
b.    Pelaksanaan
c.    Penyajian
2.        Penilaian Hasil
a.    Isi laporan
b.    Bahasa
c.    Estetika
   Penilaian proses belajar mengajar berkenan dengan komponen-komponen yan membentuk proses belajar-mengajar dan keterkaitan atau hubungan diantara
komponen-komponen tersebut. Komponen pengajaran sebagai dimensi penilaian
proses belajar-mengajar setidak tidaknya mencakup :
1. Tujuan pengajaran atau instruksional
2. Bahan pengajaran
3. Kondisi siswa dan kegiatan belajarnya.
4. Kondisi guru dan kegiatan belajarnya.
5. Alat dan sumber belajar yang digunakan.
6. Tekhnik dan cara pelaksanaan penilaianya.
          Dalam makalah ini akan dibahas komponen pokok penilaian proses pada point pertama yaitu tujuan pengajaran atau instruksional.

2.2.1    Pengertian Tujuan Intruksional
Tujuan instruksional adalah merupakan rumusan tingkah laku yang di harapkan dimiliki peserta didik setelah mengikuti suatu program pengajaran tertentu, pada suatu saat atau jangka waktu tertentu. Maka dapat dinyatakan bahwa tujuan intruksional merupakan tujuan awal dan sekaligus merupakan dasar dan jenjang tujuan berikutnya.
2. 2.2   Pembagian Tujuan Intruksional
Ada tujuan instruksional yaitu:
a.        Tujuan instruksional umum (TIU)
Tujuan instruksional umum (TIU) adalah tujuan pengajaran yang perubahan prilaku siswa yang belajar masih merupakan perubahan internal yang belum dapat dilihat dan diukur. Kata kerja dalam tujuan umum pengajaran masih mencerminan perubahan prilaku yang umumnya terjadi pada manusia, sehingga masih menimbulkan beberapa penafsiran yang berbeda-beda. Contoh TIU: “setelah melakukan pelajaran siswa diharapan dapat memahami penjumlahan dengan benar”. Kata kerja “memahami penjumlahan” merupakan kata kerja- yang bersifat umum karena pemahaman penjumlahan dapat ditafsirkan berbeda.
b.   Tujuan instrusional khusus (TIK)
Tujuan instruksional khusus (TIK) adalah tujuan pengajaran dimana perubahan prilaku telah dapat dilihat dan diukur. Kata kerja yang menggambarkan perubahan prilaku telah spesifik sehingga memungkinkan dilakukan pengukuran tanpa menimbulkan lagi berbagai perberdaan penafsiran. Misal TIK yang dirumuskan sbb “Siswa akan menunjukkan sikap positif terhadap kebudayaan nasional”, dapat lebih dikhususkan dengan mengatakan “siswa akan membuktikan penghargaannya terhadapa seni tari nasional dengan ikut membawakan suatu tarian dalam perpisahan kelas”.

2.2.3    Langkah-langkah yang dilakukan dalam merumuskan tujuan instruksional
            Langkah-langkah yang dilakukan dalam merumuskan tujuan instruksional
a.         Mengidentifikasi (menetapkan) Aspek TIU
Aspek TIU dan tingkatan dari aspek ini disebut juga dengan klasifikasi tujuan intruksional. Sebagaimana kita ketahui bahwa kandungan dari TIU telah di klasifikasi oleh para ahli ke dalam beberapa aspek atau ranah. Blom dan kawan-kawan berpendapat bahwa tujuan pengajaran dapat diklasifikasikan ke dalam 3 aspek yaitu:
a)  Ranah Kognitif    
b)  Ranah afektif    
c)  Ranah psikomotorik
       Jadi dimaksudkan dengan menetapkan aspek TIU adalah memperhatikan kandungan dari TIU tersebut kemudian menetapkannya. Apakah aspek kognitif, afektif atau pisikomotorik atau ketiganya sekaligus.
b.        Mengidentifikasi (menetapkan) Tingkatan Aspek
Kemudian setelah seseorang dapat menetapkan aspek TIU dengan baik, maka langkah berikutnya adalah kegiatan menjabarkan TIU adalah menetapkan kategori (tingkatan) dari aspek. Adapun kategori dari masing-masing ranah yang telah ditetapkan oleh para ahli tersebut diatas adalah sebagai berikut.
a)    Ranah kognitif, meliputi: Pengetahuan (knowledge), Pemahaman (comprehension), Penerapan (application), Analisa (analisyst), Sintesa, Evaluasi.
b)    Ranah Afektif sebagaimana ranah kognitif maka efektif juga mempunyai klasifikasi. tingkatan, dari yang sederhana sampai yang kompleks, yaitu: kemampuan menerima (receiving), kemampuan menangapi (responding), berkeyakinan (valuing), penerapan karya (organization), ketekunan dan ketelitian.
c)    Ranah pisikomotorik
Meliputi tingkatan sebagai berikut:
Persepsi, kesiapan melakukan suatu pekerjaan, respon terbimbing, mekanisme, kemahiran adaptasi, originasi.
c.         Menetapkan Keterampilan Proses
Dimaksudkan dengan menetapkan keterampilan proses ialah menetapkan bentuk kegiatan peserta didik dalam usahanyamencapai tujuan belajar. Keterampilan proses yang terkandung dalamTIU dijadikan sebagai acuan bagian guru untuk mengaktifkan peserta didik untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.

2.2.4    Kriteria Merumuskan suatu Tujuan Intruksional
a)    Audience ialah pendengar atau yang mengikuti pelajaran. Dalam merumuskan TIK peserta sebagai audience dalam proses belajar mengajar harus dijadikan sebagai subjek.
b)    Behavior ialah tingkah laku yang diharapkan dicapai sebagai hasil belajar.
c)    Condition yaitu keadaan atau penjelasan tingkah laku yang diharapkan.
d)    Degree yaitu derajat kualitas atau standar minimal dari hasil belajar yang diharapkan dalam rumusan TIK. Degree dapat berbentuk kualitas atau kuantitas dan sebagainya.

2.2.5    Cara Merumuskan Tujuan Intruksional
a.    Menyebutkan siapa yang mencapai tujuan dan bagaimana cara mencapainya. Dengan cara ini siswa diharapkan melakukan sesuatu yang dapat dilihat, didengar (observable behaviour) dan menampakkan hasil belajarnya dengan menunjukkan perilaku (behavioral aspect) yang diharapkan.
b.    Menjelaskan sasaran siswa melakukan sesuatu (isi)
c.    Menjelaskan persyaratan yang berlaku bila siswa melaksanakan tugas sesuai dengan instruksional khusus
d.    Menentukan target prestasi minimal yang harus dicapai.

2.2.6. Syarat dalam Merumuskan Tujuan Instruksional:
       Syarat dalam Merumuskan Tujuan Instruksional adalah :
a.         Harus berpusat pada perubahan tingkah laku pembelajar.
b.        Harus berisikan tingkah laku operasional (dapat diukur pada saat itu juga)
c.         Harus berisikan makna dari pokok bahasan yang diajarkan pada saat itu.

BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
       Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah :
1.        Penilaian proses mencakup : Pelaksanaan, Pelaksanaan, dan penyajian
2.        Komponen pokok penilaian proses pembelajaran adalah :
a.       Tujuan pengajaran atau instruksional
b.      Bahan Pengajaran
c.       Kondisi siswa dan kegiatan belajarnya
d.      Kondisi guru
e.       Alat dan sumber yang digunakan
f.       Tekhnik dan cara pelaksanaan penilaiannya
3.        Tujuan pengajaran atau instruksional terbagi menjadi
a.       Tujuan instruksional umum
b.      Tujuan instruksional khusus
  
Daftar Bacaan
Purwanto. 2009. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Sorimuda. 1996, Dasar-Dasar Pengembangan Program Pengajaran, medan: CV. Binawah.


Judul Video : Video kelompok 2 Penilaian Afektif Aspek yang dinilai Indikator Deskripsi Kompetensi Afe...